https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=34375937#settings
Showing posts with label Hantu Kata. Show all posts
Showing posts with label Hantu Kata. Show all posts

29 May 2015

Lima Tesis untuk "Tanda-tanda yang Bimbang"

Esai Hamzah Muhammad

Tanda-tanda yang Bimbang (TTYB) yang terbit medio 2013 buah tangan penyair Ook Nugroho yang merupakan anak keduanya setelah Hantu Kata (2010). Perbandingannya, terletak bagaimana Ook Nugroho dalam TTYB cenderung leluasa mengungkapkan kemungkinan artikulasi bahasa. Sehingga, ngunyah TTYB tidak sealot Hantu Kata. Salah satu penyebabnya, dikarenakan teks lebih terbuka untuk ditelisik.

Berbeda dari Hantu Kata, TTYB bernuansa segar. Kata-katanya plastis. Kelenturan pelbagai wacana dijajal. Pun, lanskap penghayatan dunia secara tatanan puitik diperluas. Di TTYB, puisi bagaikan tidak perlu khawatir kehilangan rima, atau kepadatan isinya. Meski, hal sebaliknya terjadi pada Hantu Kata. (Baca selanjutnya di sini)

28 July 2013

"Tanda-tanda yang Bimbang", Buku Puisi Ook Nugroho

Buku puisi saya yang kedua akhirnya terbit, saya beri tajuk Tanda-tanda yang Bimbang. Buku ini memuat puisi dari periode 2007-2011. Boleh dikata tak ada puisi baru, artinya hampir semuanya sudah pernah tersiar di media cetak. Tapi sebagian besar dari padanya telah mengalami proses "tulis ulang" alias revisi cukup besar, sampai saya sendiri menjadi rada pangling ketika membacanya kembali dalam bentuk cetakan di lembaran buku ini.

Tanda-tanda yang Bimbang diterbitkan oleh Kiblat Buku Utama (Bandung), yang sebelumnya menerbitkan juga Hantu Kata, sang "abang kandung" dari "Tanda-tanda ... ". Silakan mulai mencarinya di toko-toko buku di kota Anda, atau bisa juga langsung ke penerbitnya, Kiblat Buku Utama.

29 November 2010

Gus tf, "Hantu Kata", KLA

Gus tf Sakai, salah seorang juri Khatulistiwa Literary Award (KLA) tahun ini, menjagokan Hantu Kata (Kiblat Buku Utama, Bandung) sebagai buku puisi yang “sangat layak” masuk dalam shortlist KLA 2010.

Di bawah ini adalah penilaian tertulisnya yang disampaikannya kepada Panitia penghadiahan sastra lokal yang—sejauh ini—berhadiah duit termahal itu:

Inilah buku puisi yang, dalam sejarah kesusateraan Indonesia, bakal menempati posisi unik, karena paling banyak membicarakan dirinya, yakni puisi itu sendiri. Bukan hanya puisi sebagai salah satu bentuk ekspresi (dengan media kata-kata) yang figuratif, bersimbol, dan karenanya selalu ambigu, tetapi juga pada kenyataan betapa gentingnya apa yang disebut komunikasi. Dan kegentingan ini, secara ajek, dan konsisten, juga menjadi tubuh puisi-puisi lain pada bagian kedua buku ini, bahwa dunia, seperti halnya komunikasi, adalah kesiapan untuk tak mendapatkan apa-apa, menemukan kosong, hampa, sia-sia.

Tapi, sebagaimana kemudian kita tahu, buku itu tidak termasuk dalam daftar 5 besar yang diumumkan Panitia. Dalam emailnya kepada saya, Gus tf mengaku “tak bisa percaya” empat juri lain (Afrizal Malna, Donny Gahral Adian, Eka Kurniawan, Ronny Agustinus) tidak memasukkan Hantu Kata dalam pilihan mereka.

23 June 2010

Hantu Kata, Kumpulan Sajak Ook Nugroho





Sudah terbit, Hantu Kata, kumpulan sajak Ook Nugroho, memuat sajak-sajak dari periode penulisan 1980-2008.

Yang berminat silakan menghubungi:

PT Kiblat Buku Utama
Bagian Pemasaran
Telp/Fax : 022 7330595
Surat e : penerbitkiblat@yahoo.co.id
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...