https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=34375937#settings
Showing posts with label Puisi Terjemahan. Show all posts
Showing posts with label Puisi Terjemahan. Show all posts

10 September 2007

Dua Puisi Tamu

ELINOR WYLIE :

R a m a l a n

Aku akan dibaringkan tersembunyi
Di sebuah bilik di antara pohon-pohon alder,
Belakangku : kekosongan dan pintu terkunci,
Depanku : keberuntungan bukan lagi bagianku.

Aku akan berbaring sebagai layaknya orang-orang kudus,
Di antara harum hamparan kain-kain lunak,
Di atas ranjang bergaris dengan warna biru terang,
Sempit, dingin, dan tertata bersih.

Malam kemudian datang bagai gumpalan kaca
Di belakang jendela, dengan angin
Yang bergerak demikian pasti, berhembus garang
Memadamkan apiku penghabisan.


SARA TEASDALE :

S e n d i r i

Tahun-tahun yang lewat mengajarku semakin bijak,
Kubuang sudah banyak dari ketamakan masa mudaku dulu
Berbagi kesan dan pengalaman dengan setiap yang datang,
Atau ke dalam kata-kata, kubentuk pikiranku.

Satu hal tetap milikku, apakah mereka datang atau berniat enyah
Asal saja kukenal diriku dan kukuasai kehendakku,
Penuh gairah kudaki malam-malam musim panas,
Kusaksikan bintang berlayar antara terjal perbukitan.

Biar saja mereka mengira aku dengan cintaku begitu tulus,
Biar saja semua itu, padahal aku begitu sunyi dan sendiri,
Sebab kalau sekaliannya itu dipandang cukup, apa masih penting,
Apa aku ini bunga atau hanya bongkahan batu?

(Terjemahan bebas oleh Ook Nugroho)

08 March 2007

Terjemahan 3 Sajak Ook Nugroho

Time melting

Time melting once again
The room resumes my name
You a mere shadow
Obscured across the weather

We must talk
You say, at the threshold of words
But language seems
A mere wall

Towering divide between us
Time keeps on melting
The room still wearing my name
You I know not who, nor where

Improvisation

I have left you an empty plot
right here. Please enter and select any corner
that you like. Perhaps you’d feel good

near a comma, a foggy niche
before a period becomes dotted. Or you
may as well play with a number

of question marks. Whichever; but
I certainly won’t suggest you coiling near the title—
it’s a deception. You know it, don’t you?

To Whom I am Talking

I will never know
Whom these words
Will ever reach finally
I have of course not written
Them for the sake of nothing
You are the one I’ve aimed
But who actually are you
Do we not know each other
Do I not have your address
In the shrubs of my memories
Eventually beyond this poem
Is the world of orange dusk
Where you may then be
In a city far away anywhere
While it'll remain unconfirmed
As to whom I am talking

(Sumber : Kompas, 4 Februari 2007 - Terjemahan : TQ)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...