https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=34375937#settings
Showing posts with label Tanda-tanda yang Bimbang. Show all posts
Showing posts with label Tanda-tanda yang Bimbang. Show all posts

29 May 2015

Lima Tesis untuk "Tanda-tanda yang Bimbang"

Esai Hamzah Muhammad

Tanda-tanda yang Bimbang (TTYB) yang terbit medio 2013 buah tangan penyair Ook Nugroho yang merupakan anak keduanya setelah Hantu Kata (2010). Perbandingannya, terletak bagaimana Ook Nugroho dalam TTYB cenderung leluasa mengungkapkan kemungkinan artikulasi bahasa. Sehingga, ngunyah TTYB tidak sealot Hantu Kata. Salah satu penyebabnya, dikarenakan teks lebih terbuka untuk ditelisik.

Berbeda dari Hantu Kata, TTYB bernuansa segar. Kata-katanya plastis. Kelenturan pelbagai wacana dijajal. Pun, lanskap penghayatan dunia secara tatanan puitik diperluas. Di TTYB, puisi bagaikan tidak perlu khawatir kehilangan rima, atau kepadatan isinya. Meski, hal sebaliknya terjadi pada Hantu Kata. (Baca selanjutnya di sini)

10 August 2013

Puisi yang Dibuang

SEORANG penyair bisa saja keliru menilai sajaknya sendiri. Misalnya ia  mengira telah melahirkan "naga" padahal yang nongol hanya seekor "cacing" belaka, atau sebaliknya. Sewaktu menyiapkan materi untuk "Tanda-tanda yang Bimbang" puisi di bawah ini dengan sadar telah saya sisihkan. 

Fakta bahwa puisi itu pernah tersiar di sebuah koran besar tepercaya (karena itu paling tidak secara obyektif bolehlah ia lalu dipandang "layak serta") tak menyurutkan samasekali niat saya.     


Liang Hitam
Sajak separoh jadi
Yang kau tinggalkan
Telantar di atas meja semalam
Percayalah, tak bakal rela ia diam
Menyerah pada kelam
Jalan nasibnya

"Kau telah meniupkan
Nyawa padaku
Menjadikanku sekadar
Mahluk tak utuh
Mengapa tak kaububuhkan
Juga sayap kata sepasang
pada pundakku lunak
Guna terbang
            Menjangkau
Ambang takdirku"

O pencipta buta
Ketahuilah tanpa kepak
Tanpa terbang
Sajak separoh jadi
Yang kau tinggalkan
Telantar di atas meja
Hanyalah mahluk cacat
Malang terbuang pada
Maha liang semesta


2011


Setelah "Tanda-tanda .." akhirnya terbit, saya kok malah jadi bertanya-tanya, benarkah keputusan saya ketika itu dengan tidak menyertakan puisi ini? Ah, jangan-jangan betul saya, dalam  "kebutaan" yang terang benderang ini, telah menjadikannya sebagai "mahluk cacat malang terbuang" begitu saja.

28 July 2013

"Tanda-tanda yang Bimbang", Buku Puisi Ook Nugroho

Buku puisi saya yang kedua akhirnya terbit, saya beri tajuk Tanda-tanda yang Bimbang. Buku ini memuat puisi dari periode 2007-2011. Boleh dikata tak ada puisi baru, artinya hampir semuanya sudah pernah tersiar di media cetak. Tapi sebagian besar dari padanya telah mengalami proses "tulis ulang" alias revisi cukup besar, sampai saya sendiri menjadi rada pangling ketika membacanya kembali dalam bentuk cetakan di lembaran buku ini.

Tanda-tanda yang Bimbang diterbitkan oleh Kiblat Buku Utama (Bandung), yang sebelumnya menerbitkan juga Hantu Kata, sang "abang kandung" dari "Tanda-tanda ... ". Silakan mulai mencarinya di toko-toko buku di kota Anda, atau bisa juga langsung ke penerbitnya, Kiblat Buku Utama.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...