Kami diberitahu
Tubuh tuhan adalah roti
Tersaji saban pagi
Di altar tinggi
Ke tempat itu
Kami saksikan serangga
Pelacur dan juru sita
Terbang menghampiri
Hanya jika paham
Sanubari langit
Dan duka cerita bumi
Mereka bisa sampai
Ke altar tinggi
Di mana tuhan dibantai
Dibunuh lantas digantung
Abadi
Membaca puisi / Menulis puisi / Bukanlah urusan / Seringan angkat besi (Ikranagara)
23 June 2009
21 June 2009
Dalam Tidur
Dalam tidur
Aku ingin ketemu sajak
Kata-kata baik
Bebunyian rancak
Baris-baris giris
Melukis gerimis hidupku
Dalam tidur
Aku ingin terus menulis
Dan merampungkan semua
Pas bangun esoknya
Tinggal kububuhkan saja
Semacam kata penutup
Demi langit di atas
Demikianlah kiranya terjadi :
Mimpi yang menunas di bumi
Di sorga benihnya disemai
Aku ingin ketemu sajak
Kata-kata baik
Bebunyian rancak
Baris-baris giris
Melukis gerimis hidupku
Dalam tidur
Aku ingin terus menulis
Dan merampungkan semua
Pas bangun esoknya
Tinggal kububuhkan saja
Semacam kata penutup
Demi langit di atas
Demikianlah kiranya terjadi :
Mimpi yang menunas di bumi
Di sorga benihnya disemai
18 June 2009
Dongeng dari Depok
Lelah berjalan jauh menyambangi kota-kota dan benua sepi ia putuskan akhirnya tinggal di pojok sebuah metropolis yang masih ada menyisakan sepi untuk seorang orang tua yang menganggur seperti dirinya. Ia mengajak juga sejumlah sahabat sepi yang sempat dikenalnya dulu dalam pengembaraannya yang panjang dan sunyi ke alamat-alamat sepi. Sungguh ia merasa sangat berbahagia dengan lakon hidup sepi yang sekarang dipilihnya itu. Ia tak ingin apa-apa lagi.
Tetangga-tetangga dekatnya sering mendengar ia bercakap dan bernyanyi-nyanyi dengan sepi sampai jauh larut malam bahkan mendekat pada pagi. Pernah juga tapi tak sering kedengaran ia bertengkar sengit dengan sepi entah mungkin karena sesama sepi ternyata juga punya maunya sendiri dan agak susah diaturnya. Dan biasanya sehabis pecah pertengkaran seperti itu rumahnya jadi lebih sepi lagi. Tetangga-tetangga yang curiga berindap-indap mencoba mendekat kepingin sekadar memastikan mengetuk dan memanggil-manggil : “Tuan, tuan”, teriak mereka separuh cemas, “Tuan masih ada, bukan?” dan dari dalam rumah itu lantas saja terdengar sahutan (jengkel sepertinya sebab terusik) : “Sebentar, saya sedang keluar!”
Semenjak kejadian itu tetangga-tetangganya tak pernah berani dan mau mengusiknya pula. Mereka paham dan kini sungguh percaya bahwa ia memang sudah tak ada lagi. Sudah menjelma menjadi sepi.
Tetangga-tetangga dekatnya sering mendengar ia bercakap dan bernyanyi-nyanyi dengan sepi sampai jauh larut malam bahkan mendekat pada pagi. Pernah juga tapi tak sering kedengaran ia bertengkar sengit dengan sepi entah mungkin karena sesama sepi ternyata juga punya maunya sendiri dan agak susah diaturnya. Dan biasanya sehabis pecah pertengkaran seperti itu rumahnya jadi lebih sepi lagi. Tetangga-tetangga yang curiga berindap-indap mencoba mendekat kepingin sekadar memastikan mengetuk dan memanggil-manggil : “Tuan, tuan”, teriak mereka separuh cemas, “Tuan masih ada, bukan?” dan dari dalam rumah itu lantas saja terdengar sahutan (jengkel sepertinya sebab terusik) : “Sebentar, saya sedang keluar!”
Semenjak kejadian itu tetangga-tetangganya tak pernah berani dan mau mengusiknya pula. Mereka paham dan kini sungguh percaya bahwa ia memang sudah tak ada lagi. Sudah menjelma menjadi sepi.
16 June 2009
Adam di Jakarta
sekarang adam di jakarta
adam naik bus kota
bus kota penuh berjejal
adam dalam bus
bayangkan adam
berdiri berimpitan
perempuan dalam bus kota
berdiri berimpitan
adam di jakarta
bayangkan adam di jakarta
adam naik bus kota
adam tak turun di slipi
adam tak turun di senen
adam tak turun di mana pun
perempuan tak turun di bintaro
perempuan tak turun di mana pun
perempuan tak suka turun
adam juga tak turun
bus laju menghambur
lakon kencang meluncur
nembus selangkang jakarta
adam naik bus kota
bus kota penuh berjejal
adam dalam bus
bayangkan adam
berdiri berimpitan
perempuan dalam bus kota
berdiri berimpitan
adam di jakarta
bayangkan adam di jakarta
adam naik bus kota
adam tak turun di slipi
adam tak turun di senen
adam tak turun di mana pun
perempuan tak turun di bintaro
perempuan tak turun di mana pun
perempuan tak suka turun
adam juga tak turun
bus laju menghambur
lakon kencang meluncur
nembus selangkang jakarta
14 June 2009
Tubuh
Tubuh, pinta nyawa
Berilah aku rupa
Supaya aku nyata ada
Nyawa, kata tubuh
Merasuklah ke dalamku
Agar nyata aku pun berdaya
Kemudian mereka
Tubuh dan nyawa
Pergi mengembara
Menjelajah semesta
Kadang mereka
Tersesat jauh
Ke sudut-sudut sepi
Sebentang sajak
Di mana mereka
Tubuh dan nyawa
Temukan sumber
Daya bagi tubuh
Rupa sang nyawa
Pada yang maha puisi
Di mana nyawa
Di mana tubuh
Ialah urat katanya
Berilah aku rupa
Supaya aku nyata ada
Nyawa, kata tubuh
Merasuklah ke dalamku
Agar nyata aku pun berdaya
Kemudian mereka
Tubuh dan nyawa
Pergi mengembara
Menjelajah semesta
Kadang mereka
Tersesat jauh
Ke sudut-sudut sepi
Sebentang sajak
Di mana mereka
Tubuh dan nyawa
Temukan sumber
Daya bagi tubuh
Rupa sang nyawa
Pada yang maha puisi
Di mana nyawa
Di mana tubuh
Ialah urat katanya
Subscribe to:
Posts (Atom)