Mungkin kita sejenis hantu
Dengan tarikh dan silsilah
Yang tak genap
Memakinkan
Sebabak kisah
Di atas panggung yang jadi basah
Sebab kita paksakan
Yang tak ada tertulis
Dalam naskah asli
Dengan bulan kusam
Bintgang jauh
Bayang langit
Dan percakapan
Yang melukai malam
Kini alur jadi rumit
Menjelma labirin
Kisah telanjur lembab
Bulan oleng
Dengan orbit
Yang sengit
Berlayar
Di jalur malam yang sedih
Menyudahi lakon sehari
Riwayat tak lengkap
Kawanan hantu di bumi
Membaca puisi / Menulis puisi / Bukanlah urusan / Seringan angkat besi (Ikranagara)
04 August 2013
01 August 2013
Kisah Berdua
Di dalam sajak kecil ini
Ada kau dan saya
Meski tak disebutkan jelas
Kita sama tahu, ini bukanlah fiksi
Di dalam sajak ini
Kita coba bertahan sebisanya
Berrlindung pada kata
Pada majas, yang hanya kias
Memang tak cukup luas
Kita pun paham
Ini hanya semacam
Lorong bawah tanah
Bungker purba
Pengap dan tanpa cuaca
Pun tiada jendela
Kecuali beberapa baris
Tersembunyi, yang menyaran
Pada sebuah dunia nun di mana
Selebihnya hanya lengang
Hanya remang
Kisah kita berdua
Ada kau dan saya
Meski tak disebutkan jelas
Kita sama tahu, ini bukanlah fiksi
Di dalam sajak ini
Kita coba bertahan sebisanya
Berrlindung pada kata
Pada majas, yang hanya kias
Memang tak cukup luas
Kita pun paham
Ini hanya semacam
Lorong bawah tanah
Bungker purba
Pengap dan tanpa cuaca
Pun tiada jendela
Kecuali beberapa baris
Tersembunyi, yang menyaran
Pada sebuah dunia nun di mana
Selebihnya hanya lengang
Hanya remang
Kisah kita berdua
29 July 2013
Kata-kata Ini
Kata-kata ini
Mungkin sudah menungguku
Sepuluh tahun
Dua puluh tahun
Sebelum aku menuliskannya
Seperti kekasih gelap
Yang telaten menguntitku
Dari tikungan
Ke tikungan
Lalu sekonyong saja memergokiku
Menyergapku, ya di sini
Mungkin sudah menungguku
Sepuluh tahun
Dua puluh tahun
Sebelum aku menuliskannya
Seperti kekasih gelap
Yang telaten menguntitku
Dari tikungan
Ke tikungan
Lalu sekonyong saja memergokiku
Menyergapku, ya di sini
28 July 2013
"Tanda-tanda yang Bimbang", Buku Puisi Ook Nugroho
Buku puisi saya yang kedua akhirnya terbit, saya beri tajuk Tanda-tanda yang Bimbang. Buku ini memuat puisi dari periode 2007-2011. Boleh dikata tak ada puisi baru, artinya hampir semuanya sudah pernah tersiar di media cetak. Tapi sebagian besar dari padanya telah mengalami proses "tulis ulang" alias revisi cukup besar, sampai saya sendiri menjadi rada pangling ketika membacanya kembali dalam bentuk cetakan di lembaran buku ini.
Tanda-tanda yang Bimbang diterbitkan oleh Kiblat Buku Utama (Bandung), yang sebelumnya menerbitkan juga Hantu Kata, sang "abang kandung" dari "Tanda-tanda ... ". Silakan mulai mencarinya di toko-toko buku di kota Anda, atau bisa juga langsung ke penerbitnya, Kiblat Buku Utama.
Tanda-tanda yang Bimbang diterbitkan oleh Kiblat Buku Utama (Bandung), yang sebelumnya menerbitkan juga Hantu Kata, sang "abang kandung" dari "Tanda-tanda ... ". Silakan mulai mencarinya di toko-toko buku di kota Anda, atau bisa juga langsung ke penerbitnya, Kiblat Buku Utama.
24 November 2012
Malam Kuah Soto
Malam telah menjadi
Serupa kuah soto yang dingin
Irisan-irisan daging
Mengambang dalam atmosfir
Yang hambar
Gurih santan tak lagi menggoda
Tak lagi mengikat, tinggal hanya keruh
Rasa telah jadi diam
Yang mengancam
Maka kita pilih hening pada dinding
Guna berpaling, kita biarkan kisah terapung
Asing, dalam piring rapuh waktu
Jauh dari lapar, dari debar
Semacam dosa, yang membuat kita berarti
Serupa kuah soto yang dingin
Irisan-irisan daging
Mengambang dalam atmosfir
Yang hambar
Gurih santan tak lagi menggoda
Tak lagi mengikat, tinggal hanya keruh
Rasa telah jadi diam
Yang mengancam
Maka kita pilih hening pada dinding
Guna berpaling, kita biarkan kisah terapung
Asing, dalam piring rapuh waktu
Jauh dari lapar, dari debar
Semacam dosa, yang membuat kita berarti
Subscribe to:
Posts (Atom)
