Sesekali
Kata-kata juga
Perlu berlibur
Menjenguk sunyi
Yang bertapa di gunung
Melupakan
Rindu dan luka
Yang bikin hidup ngilu
Kembali ke pantai
Melambai ibu lautan
Memulangkan
Ombak ke cakrawala
Sesekali
Kata-kata juga
Perlu refreshing
Ikut tour
Keliling kota-kota jawa
Merambah pulau nusantara
Yang membujur
Dari barat ke timur
Yang merekat
Sekarat dan umur
Jadi bagian
Kisah &
Takdir kita?
Membaca puisi / Menulis puisi / Bukanlah urusan / Seringan angkat besi (Ikranagara)
30 June 2008
27 June 2008
Bunda Puisi
Anak Sajak
Sebelum tumbuh kau dewasa
Wajib aku menjagamu
Mengawalmu dengan rima
Mengantarmu ke pangkal rindu
Kelak tiba masanya
Kata-kata telah matang dewasa
Selesai juga sudah tugas bunda
Mengenalkannya pada luka
Sajak Dewasa
Kini kata-kata sudah dewasa
Tak berhak lagi kucegah mereka
Ngembara pergi ke mana suka
Jauh menyebrang tapal bahasa
Sebelum tumbuh kau dewasa
Wajib aku menjagamu
Mengawalmu dengan rima
Mengantarmu ke pangkal rindu
Kelak tiba masanya
Kata-kata telah matang dewasa
Selesai juga sudah tugas bunda
Mengenalkannya pada luka
Sajak Dewasa
Kini kata-kata sudah dewasa
Tak berhak lagi kucegah mereka
Ngembara pergi ke mana suka
Jauh menyebrang tapal bahasa
26 June 2008
Nyanyian Preman
Karena aku preman
Barangkali aku mati di jalan
Tanpa kuburan namaku
Terhapus angin dan debu
Kalau besok pagi
Atau malam nanti kumati
Yang lain menggantikan
Mengangkangi ini pertigaan
Di dunia kami yang kasar
Semua berlangsung sebentar
Kejadian silih berganti
Bajingan datang dan pergi
Nasib bergulir di jalan
Tak pernah kutahu persisnya
Ajalku di sana barangkali saja
Karena aku tulen preman
Barangkali aku mati di jalan
Tanpa kuburan namaku
Terhapus angin dan debu
Kalau besok pagi
Atau malam nanti kumati
Yang lain menggantikan
Mengangkangi ini pertigaan
Di dunia kami yang kasar
Semua berlangsung sebentar
Kejadian silih berganti
Bajingan datang dan pergi
Nasib bergulir di jalan
Tak pernah kutahu persisnya
Ajalku di sana barangkali saja
Karena aku tulen preman
25 June 2008
Duel
Aku menantimu
Di puncak baris
Dengan sepi terhunus
Datanglah padaku
Jika kau bernyali
Jika sungguh kau pencinta
Kita putuskan
Sengketa purba ini
Dengan kilau kelebat kata
Mungkin kau
Barangkali saya
Rebah bersimbah
Dengan rindu tertebus
Manis pisau puisi
Di puncak baris
Dengan sepi terhunus
Datanglah padaku
Jika kau bernyali
Jika sungguh kau pencinta
Kita putuskan
Sengketa purba ini
Dengan kilau kelebat kata
Mungkin kau
Barangkali saya
Rebah bersimbah
Dengan rindu tertebus
Manis pisau puisi
23 June 2008
Sepatu
Sepatu 1
Seingatku
Tak pernah aku bertanya
Misalnya
Menanyakan padanya
Sopan dan baik-baik
Apakah ia mungkin
Sedang malas keluar
Ini kali
Dan lebih suka
Tinggal aman di rumah?
Sepatu 2
Sewaktu berangkat
Kupaham, betapa kami
Sama tak bisa menduga
Apa menanti kami
Di luar rumah
Nun di jalan sana.
Sewaktu berangkat
Kusadar, sungguh kami
Sama tak berdaya
Piatu menyusur usia
Seingatku
Tak pernah aku bertanya
Misalnya
Menanyakan padanya
Sopan dan baik-baik
Apakah ia mungkin
Sedang malas keluar
Ini kali
Dan lebih suka
Tinggal aman di rumah?
Sepatu 2
Sewaktu berangkat
Kupaham, betapa kami
Sama tak bisa menduga
Apa menanti kami
Di luar rumah
Nun di jalan sana.
Sewaktu berangkat
Kusadar, sungguh kami
Sama tak berdaya
Piatu menyusur usia
Subscribe to:
Posts (Atom)