Kantor Bubar
Setelah semuanya pulang, bubar
Barulah mungkin kau sempat terusik, sadar
Hanya hampa, semua yang seharian kau kejar
Yang di atas mejamu kini berserak terlantar
Belum Penyair
Belum penyair saya
Masih tingkat pengrajin kata
Payah mengais aksara
Di rimba raya alifbataNya
Doa di Pantai
Mintalah kepada sang pemilik lautan
Supaya diberinya kau kekuatan
Sebuah perahu bernama keyakinan
Sebelum kautempuh ini keluasan
Malam di Gang
Tukang sekoteng barusan lewat
Televisi barusan saja kumatikan
Ada yang batuk-batuk di rumah sebelah
Nyaring suara ketawa di gardu ronda
Membaca puisi / Menulis puisi / Bukanlah urusan / Seringan angkat besi (Ikranagara)
20 February 2009
18 February 2009
Mimbar
Terlalu banyak orang
Naik ke atas mimbar ini
Terlalu banyak janji
Di atas mimbar ini
Terlalu banyak petuah
Untuk soal yang begitu jelas
Terlalu banyak mimbar
Terlalu banyak sesumbar
Naik ke atas mimbar ini
Terlalu banyak janji
Di atas mimbar ini
Terlalu banyak petuah
Untuk soal yang begitu jelas
Terlalu banyak mimbar
Terlalu banyak sesumbar
06 February 2009
Tiga Pasang Sepatu
Nah, ia kini sudah punya tiga pasang sepatu :
Sepatu kerja, sepatu buat santai
Satunya lagi sepatu khusus ke gereja
Sungguh celaka nasib sepatu kerja!
Pagi buta sudah musti terjaga
Lantas berkemas seraya cemas
Pulang baru sesudah petang tenggelam
Lima hari begitu dalam sepekannya
Belum kalau ada lembur mendadak
Sepatu santai sungguh santai hidupnya
Kerjanya cuma keluyuran ke mal, bioskop
Tamasya ke pantai, kebun binatang
Malah sesekali kalau masih tanggal muda
Ia suka diajak juga keluyuran iseng
Keluar masuk panti pijat di pusat kota
Dan sepatu gereja, bagaimana kabarnya ia?
Sepatu gereja sebetulnya lumayan
Tugasnya tidak berat samasekali
Lagi cuma sehari saja dalam seminggunya
Cuma bosan saja mendengar omongan itu-itu terus!
Sepatu kerja, sepatu buat santai
Satunya lagi sepatu khusus ke gereja
Sungguh celaka nasib sepatu kerja!
Pagi buta sudah musti terjaga
Lantas berkemas seraya cemas
Pulang baru sesudah petang tenggelam
Lima hari begitu dalam sepekannya
Belum kalau ada lembur mendadak
Sepatu santai sungguh santai hidupnya
Kerjanya cuma keluyuran ke mal, bioskop
Tamasya ke pantai, kebun binatang
Malah sesekali kalau masih tanggal muda
Ia suka diajak juga keluyuran iseng
Keluar masuk panti pijat di pusat kota
Dan sepatu gereja, bagaimana kabarnya ia?
Sepatu gereja sebetulnya lumayan
Tugasnya tidak berat samasekali
Lagi cuma sehari saja dalam seminggunya
Cuma bosan saja mendengar omongan itu-itu terus!
30 January 2009
Halaman Kosong
Jika halaman kosong ini betul semesta
Jika baris-baris tak berarti ini aku adanya
Mengais sunyi antara hampa musim-musimnya
Lantas siapa tangan yang menggerakkannya
Jika baris-baris tak berarti ini aku adanya
Mengais sunyi antara hampa musim-musimnya
Lantas siapa tangan yang menggerakkannya
27 January 2009
Pemburu
Sesudah semalaman
Berburu, penyair itu
Kembali dengan masgul
Tak ada puisi berhasil
Diringkusnya, hanya
Seekor sepi yang kebetulan
Tersesat dalam kamarnya
Menatapnya kini, menghiba
Memohon : “Daripada kau
Habisi aku begitu saja
Bukankah lebih baik
Jadikan aku sekadar sajak”
Berburu, penyair itu
Kembali dengan masgul
Tak ada puisi berhasil
Diringkusnya, hanya
Seekor sepi yang kebetulan
Tersesat dalam kamarnya
Menatapnya kini, menghiba
Memohon : “Daripada kau
Habisi aku begitu saja
Bukankah lebih baik
Jadikan aku sekadar sajak”
Subscribe to:
Posts (Atom)