https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=34375937#settings

29 November 2010

Gus tf, "Hantu Kata", KLA

Gus tf Sakai, salah seorang juri Khatulistiwa Literary Award (KLA) tahun ini, menjagokan Hantu Kata (Kiblat Buku Utama, Bandung) sebagai buku puisi yang “sangat layak” masuk dalam shortlist KLA 2010.

Di bawah ini adalah penilaian tertulisnya yang disampaikannya kepada Panitia penghadiahan sastra lokal yang—sejauh ini—berhadiah duit termahal itu:

Inilah buku puisi yang, dalam sejarah kesusateraan Indonesia, bakal menempati posisi unik, karena paling banyak membicarakan dirinya, yakni puisi itu sendiri. Bukan hanya puisi sebagai salah satu bentuk ekspresi (dengan media kata-kata) yang figuratif, bersimbol, dan karenanya selalu ambigu, tetapi juga pada kenyataan betapa gentingnya apa yang disebut komunikasi. Dan kegentingan ini, secara ajek, dan konsisten, juga menjadi tubuh puisi-puisi lain pada bagian kedua buku ini, bahwa dunia, seperti halnya komunikasi, adalah kesiapan untuk tak mendapatkan apa-apa, menemukan kosong, hampa, sia-sia.

Tapi, sebagaimana kemudian kita tahu, buku itu tidak termasuk dalam daftar 5 besar yang diumumkan Panitia. Dalam emailnya kepada saya, Gus tf mengaku “tak bisa percaya” empat juri lain (Afrizal Malna, Donny Gahral Adian, Eka Kurniawan, Ronny Agustinus) tidak memasukkan Hantu Kata dalam pilihan mereka.

24 November 2010

Kepada Politisi

Kita telah sepakat
Tak akan saling mengusik
Sampai bisa kubuktikan
Dengan sajak ini
Kau berkomplot
Mencuri surga dan melukai
Impian anak-anak

Memutus jalan
Mereka ke sekolah
Menjejalkan sampah
Ke benak mereka lunak
Kau tembuskan peluru
Ke rembulan luruh
Membungkam mulut bumi
Dengan undang-undang palsu

Sampai bisa kubuktikan
Dengan sajak ini
Kita bersebrangan
Tak ada pembicaraan
Bagaimana kita memulai
Zona perang ini tiada batas

15 October 2010

Permainan Akhir Nyonya Polgar

Jika kalian
Sidang pembaca budiman
Masih saja tak yakin
Pada kekuatan pikiran
Kami kaum perempuan
Dalam ini urusan
Memainkan bebiji bidak
Bacalah lebih cermat
Saya punya riwayat
Yang oleh penyair ini
Telah dicatat seperlunya
Agar bisalah kemudian
Ditarik kesimpulan
Sebagaimana mustinya

Judit Polgar namaku
Di Budapest negeri
Hungaria saya terlahir
Jika tuan tilik cermati
Tanggal lahir saya
23 Juli 1976, jelaslah
Dalam hitungan perbintangan
Cina kuna saya ini memanglah
Turunan bukan sembarang
Sebab darah naga
Mengalir deras
Pada sekujur saya
Dengan unsurnya api
Dalam kombinasi bulan
Sabit dan bebintang
Tuan boleh saja
Merasa geli dan tertawa
Membaca ini uraian ganjil
Tapi faktanya bukankah begitu
Tercatat cermat pun resmi
Dalam lembar ensiklopedia?

Namun memanglah
Banyak lagi berjasa
Turut membesarkan saya
Selain urusan talenta
Ajaib warisan sorga itu
Dan Laszlo Polgar
Bapak saya si jenius
Mustilah saya sebutkan
Pertama sebelum lainnya
Keluarga saya tercinta
Utamanya merekalah
Telah menempa saya
Menyulap saya utuh
Jadi petarung tangguh
Silakan saja tuan periksa
Sebagai bukti nyata
Ini bukanlah sesumbar
Kosong semata
Daftar korban saya
Bukanlah sembarang
Pecundang pucat:
Veselin Topalov
Jago Bulgaria, Anand
Pesihir dari Madras
Kasparov si temberang
Pun si jejaring laba-laba
Karpov Anatoly

Jika tuan budiman
Jadi tergoda berpikir
Ini perempuan jelita
Teramat jumawa sungguh
Tak bisalah saya mungkiri
Seratus musim lamanya
Saya mencari siapa
Kiranya sanggup
Menjinakkan bara
Panas dalam darahku
Hanyalah Gustav Fort
Lelaki biasa bukan
Petarung di atas petak
Melainkan di sekat kandang
Kerap ia bertandang
Sebab ialah dokter hewan
Mampu melakukannya
Untuknya, Hana & Oliver
Buah hati kami tersayang
Telah kurubuhkan dengan
Rela benteng dan rajaku
Demi kusempurnakan
Permainan akhir

14 September 2010

Promosi Bidak Tuan Fischer

Misalkan aku
Lahir kelewat cepat
Atau malah telat
Katakanlah
Seperempat abad
Aku hanya akan tercatat
Sebagai pemain catur
Hebat biasa saja

Tapi sebagaimana
Kalian kini sepakat
Aku terlahir
Ke dunia nyatalah
Pada musim yang tepat
Lagi pas cuacanya
Yakni pada puncak
Kulminasi perang dingin

Zaman yang buntu
Memerlukan penawar jemu
Mereka temukan itu
Pada sepak terjangku
Melawan aturan
Yang kupamerkan
Dimuat koran-koran
Dan sepertinya memanglah
Jika ditilik seksama
Agak kegila-gilaan

Sesudah mangkat aku
Mustinya mufakat kita
Banyak ihwal tak tepat
Seputar aku telah dicatat
Maka baiklah kini
Kuluruskan itu
Barang sebaris dua

Robert James Fischer
Kutandaskan di sini
Hanyalah sebiji bidak
Retak dan sunyi
Yang setindak-setindak
Menyusur kelam
Jalur takdirnya
Seraya memimpikan
Nun pada akhir baris itu
Sebuah promosi
Barangkali moksa
Yang membebaskannya
Lepas membubung dari
Ini petak sumpek konyol
Samsara

26 July 2010

Melangkah ke Tengah

Tengah
Adalah pusat
Pergolakan
Kekal
Tapi
Ke sanalah
Kami bergerak
Menyusup

Kavaleri kuda
Membayangi
Langkah kami
Sejumlah
Mata-mata
Telah dikirim
Mendahului
Lain-lainnya
Di garis belakang
Rapat mengawal
Benteng

Apakah kami
Akan mati
Rebah
Tersambar
Jejari gelap
Barangkali
Sebaiknya kami
Simpan saja
Pertanyaan itu
Untukmu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...