https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=34375937#settings

09 January 2009

Karena Kau Tak Punya Power

SELAMA 2008 yang barusan lewat, saya antara lain direpotkan oleh usaha “bergerilya” mencoba menawarkan naskah buku puisi saya kepada sejumlah penerbit. Tapi sampai terompet tutup tahun dibunyikan dan pesta kembang api digelar hasrat kepingin memiliki buku itu tetap tinggal jadi impian.

Saya ingat bertahun yang lalu seorang kawan pernah menyebut bahwa sebetulnya tulisan saya “bagus”, hanya sayang “kau tak punya power”, katanya. Ketika itu terus terang saya tak teramat paham apa gerangan yang dimaksudkannya dengan “power” itu. Tapi saya enggan menanyakannya sebab takut terlihat “pandir” di depannya.

Setelah sejumlah penerbit yang saya datangi dengan kompak menolak naskah buku saya, barangkali kini saya telah agak paham apa maksud sang kawan dulu. Ya, saya ternyata memang tak cukup punya power. Tulisan bagus saja tak cukup ternyata. Dan saya juga mulai agak paham bahwa sering tulisan “bagus” pun boleh tidak usah ada.

Sebab, yang penting “power” bung!

(Di tempat lain "power" mungkin dipanggil dengan nama lain juga; "koneksi" umpamanya?)

3 comments:

Kedai Puisi said...

Assalamualaikum,..... Oya, Mas. Saya mo numpang ngomentari "Power" nih, mudah2an ikhlas. Gini lho, Seandainya tulisan tentang menawarkan tulisan ke penerbit itu memang nyata....saya kira ditolak udah biasa. Hanya saja yang saya sadari, ternyata banyak juga orang (penulis) yang terjebak pada (maap)"lingkaran setan penerbit". Maksudnya, hari ini sudah bukan jaman lagi ada rejim penerbitan yang hanya nampilin orang berPOWER yang nyatanya mereka ciptakan sendiri. Toh zaman sudah berubah. Nasib penulis bukan lagi milik penerbit, melainkan penerbit itulah yang harusnya jadi milik sang penulis. Intinya, kenapa mesti nunggu penerbit yang mau nerbitin karya kita (seandainya) kita sendiri juga bisa bikin sebuah penerbitan sendiri. Indie label, contohnya. Toh semua orang berhak juga kok bikin hal seperti itu......bahkan orang2 yang sudah terkenal pun melakukannya juga.

So, saya percaya. Power Mas lebih besar ketimbang perkiraan orang lain. apalagi pengalaman mas sudah membuktikannya, bahwa Mas adalah salahsatu yang terbaik. SELAMAT BERJUANG !!!!

Ook Nugroho said...

Terima kasih.

Anonymous said...

This site is..wow..
I'll use this site a lot

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...