(Aan Mansyur)
Di hari tuanya
Tak banyak lagi urusan
Yang mengusiknya
Ia pun lebih banyak
Tinggal di rumah
Membaca atau sesekali
Menerima
Kunjungan kata
(Beberapa patah kata)
Yang mengaku
Tak tahu lagi
Mesti pergi ke mana
Selain bertamu
Pada penyair
(Beberapa penyair)
Yang mengeluh
Suka tak bisa tidur
Membaca puisi / Menulis puisi / Bukanlah urusan / Seringan angkat besi (Ikranagara)
08 June 2009
01 June 2009
Lubang
Lubang Buaya
Tempat menimbun konon
Sejarah yang dipalsu
Lubang Hitam
Tempat tuan Hawking
Nyepi mengusut semesta
Lubang kata
Tempat penyair
Duduk mengintip aih
Terperosok ia ke entah
Lubang ibu
Tempat muasal
Saya tersesat ke dunia
Lubang makam
Tempat kisah
Rebah dan ditamatkan
(Dari lubang
Pulang ke lubang
Inti hakikat kita agaknya)
Tempat menimbun konon
Sejarah yang dipalsu
Lubang Hitam
Tempat tuan Hawking
Nyepi mengusut semesta
Lubang kata
Tempat penyair
Duduk mengintip aih
Terperosok ia ke entah
Lubang ibu
Tempat muasal
Saya tersesat ke dunia
Lubang makam
Tempat kisah
Rebah dan ditamatkan
(Dari lubang
Pulang ke lubang
Inti hakikat kita agaknya)
20 February 2009
Kantor Bubar
Kantor Bubar
Setelah semuanya pulang, bubar
Barulah mungkin kau sempat terusik, sadar
Hanya hampa, semua yang seharian kau kejar
Yang di atas mejamu kini berserak terlantar
Belum Penyair
Belum penyair saya
Masih tingkat pengrajin kata
Payah mengais aksara
Di rimba raya alifbataNya
Doa di Pantai
Mintalah kepada sang pemilik lautan
Supaya diberinya kau kekuatan
Sebuah perahu bernama keyakinan
Sebelum kautempuh ini keluasan
Malam di Gang
Tukang sekoteng barusan lewat
Televisi barusan saja kumatikan
Ada yang batuk-batuk di rumah sebelah
Nyaring suara ketawa di gardu ronda
Setelah semuanya pulang, bubar
Barulah mungkin kau sempat terusik, sadar
Hanya hampa, semua yang seharian kau kejar
Yang di atas mejamu kini berserak terlantar
Belum Penyair
Belum penyair saya
Masih tingkat pengrajin kata
Payah mengais aksara
Di rimba raya alifbataNya
Doa di Pantai
Mintalah kepada sang pemilik lautan
Supaya diberinya kau kekuatan
Sebuah perahu bernama keyakinan
Sebelum kautempuh ini keluasan
Malam di Gang
Tukang sekoteng barusan lewat
Televisi barusan saja kumatikan
Ada yang batuk-batuk di rumah sebelah
Nyaring suara ketawa di gardu ronda
18 February 2009
Mimbar
Terlalu banyak orang
Naik ke atas mimbar ini
Terlalu banyak janji
Di atas mimbar ini
Terlalu banyak petuah
Untuk soal yang begitu jelas
Terlalu banyak mimbar
Terlalu banyak sesumbar
Naik ke atas mimbar ini
Terlalu banyak janji
Di atas mimbar ini
Terlalu banyak petuah
Untuk soal yang begitu jelas
Terlalu banyak mimbar
Terlalu banyak sesumbar
06 February 2009
Tiga Pasang Sepatu
Nah, ia kini sudah punya tiga pasang sepatu :
Sepatu kerja, sepatu buat santai
Satunya lagi sepatu khusus ke gereja
Sungguh celaka nasib sepatu kerja!
Pagi buta sudah musti terjaga
Lantas berkemas seraya cemas
Pulang baru sesudah petang tenggelam
Lima hari begitu dalam sepekannya
Belum kalau ada lembur mendadak
Sepatu santai sungguh santai hidupnya
Kerjanya cuma keluyuran ke mal, bioskop
Tamasya ke pantai, kebun binatang
Malah sesekali kalau masih tanggal muda
Ia suka diajak juga keluyuran iseng
Keluar masuk panti pijat di pusat kota
Dan sepatu gereja, bagaimana kabarnya ia?
Sepatu gereja sebetulnya lumayan
Tugasnya tidak berat samasekali
Lagi cuma sehari saja dalam seminggunya
Cuma bosan saja mendengar omongan itu-itu terus!
Sepatu kerja, sepatu buat santai
Satunya lagi sepatu khusus ke gereja
Sungguh celaka nasib sepatu kerja!
Pagi buta sudah musti terjaga
Lantas berkemas seraya cemas
Pulang baru sesudah petang tenggelam
Lima hari begitu dalam sepekannya
Belum kalau ada lembur mendadak
Sepatu santai sungguh santai hidupnya
Kerjanya cuma keluyuran ke mal, bioskop
Tamasya ke pantai, kebun binatang
Malah sesekali kalau masih tanggal muda
Ia suka diajak juga keluyuran iseng
Keluar masuk panti pijat di pusat kota
Dan sepatu gereja, bagaimana kabarnya ia?
Sepatu gereja sebetulnya lumayan
Tugasnya tidak berat samasekali
Lagi cuma sehari saja dalam seminggunya
Cuma bosan saja mendengar omongan itu-itu terus!
Subscribe to:
Posts (Atom)