Jika kalian
Sidang pembaca budiman
Masih saja tak yakin
Pada kekuatan pikiran
Kami kaum perempuan
Dalam ini urusan
Memainkan bebiji bidak
Bacalah lebih cermat
Saya punya riwayat
Yang oleh penyair ini
Telah dicatat seperlunya
Agar bisalah kemudian
Ditarik kesimpulan
Sebagaimana mustinya
Judit Polgar namaku
Di Budapest negeri
Hungaria saya terlahir
Jika tuan tilik cermati
Tanggal lahir saya
23 Juli 1976, jelaslah
Dalam hitungan perbintangan
Cina kuna saya ini memanglah
Turunan bukan sembarang
Sebab darah naga
Mengalir deras
Pada sekujur saya
Dengan unsurnya api
Dalam kombinasi bulan
Sabit dan bebintang
Tuan boleh saja
Merasa geli dan tertawa
Membaca ini uraian ganjil
Tapi faktanya bukankah begitu
Tercatat cermat pun resmi
Dalam lembar ensiklopedia?
Namun memanglah
Banyak lagi berjasa
Turut membesarkan saya
Selain urusan talenta
Ajaib warisan sorga itu
Dan Laszlo Polgar
Bapak saya si jenius
Mustilah saya sebutkan
Pertama sebelum lainnya
Keluarga saya tercinta
Utamanya merekalah
Telah menempa saya
Menyulap saya utuh
Jadi petarung tangguh
Silakan saja tuan periksa
Sebagai bukti nyata
Ini bukanlah sesumbar
Kosong semata
Daftar korban saya
Bukanlah sembarang
Pecundang pucat:
Veselin Topalov
Jago Bulgaria, Anand
Pesihir dari Madras
Kasparov si temberang
Pun si jejaring laba-laba
Karpov Anatoly
Jika tuan budiman
Jadi tergoda berpikir
Ini perempuan jelita
Teramat jumawa sungguh
Tak bisalah saya mungkiri
Seratus musim lamanya
Saya mencari siapa
Kiranya sanggup
Menjinakkan bara
Panas dalam darahku
Hanyalah Gustav Fort
Lelaki biasa bukan
Petarung di atas petak
Melainkan di sekat kandang
Kerap ia bertandang
Sebab ialah dokter hewan
Mampu melakukannya
Untuknya, Hana & Oliver
Buah hati kami tersayang
Telah kurubuhkan dengan
Rela benteng dan rajaku
Demi kusempurnakan
Permainan akhir
Membaca puisi / Menulis puisi / Bukanlah urusan / Seringan angkat besi (Ikranagara)
15 October 2010
14 September 2010
Promosi Bidak Tuan Fischer
Misalkan aku
Lahir kelewat cepat
Atau malah telat
Katakanlah
Seperempat abad
Aku hanya akan tercatat
Sebagai pemain catur
Hebat biasa saja
Tapi sebagaimana
Kalian kini sepakat
Aku terlahir
Ke dunia nyatalah
Pada musim yang tepat
Lagi pas cuacanya
Yakni pada puncak
Kulminasi perang dingin
Zaman yang buntu
Memerlukan penawar jemu
Mereka temukan itu
Pada sepak terjangku
Melawan aturan
Yang kupamerkan
Dimuat koran-koran
Dan sepertinya memanglah
Jika ditilik seksama
Agak kegila-gilaan
Sesudah mangkat aku
Mustinya mufakat kita
Banyak ihwal tak tepat
Seputar aku telah dicatat
Maka baiklah kini
Kuluruskan itu
Barang sebaris dua
Robert James Fischer
Kutandaskan di sini
Hanyalah sebiji bidak
Retak dan sunyi
Yang setindak-setindak
Menyusur kelam
Jalur takdirnya
Seraya memimpikan
Nun pada akhir baris itu
Sebuah promosi
Barangkali moksa
Yang membebaskannya
Lepas membubung dari
Ini petak sumpek konyol
Samsara
Lahir kelewat cepat
Atau malah telat
Katakanlah
Seperempat abad
Aku hanya akan tercatat
Sebagai pemain catur
Hebat biasa saja
Tapi sebagaimana
Kalian kini sepakat
Aku terlahir
Ke dunia nyatalah
Pada musim yang tepat
Lagi pas cuacanya
Yakni pada puncak
Kulminasi perang dingin
Zaman yang buntu
Memerlukan penawar jemu
Mereka temukan itu
Pada sepak terjangku
Melawan aturan
Yang kupamerkan
Dimuat koran-koran
Dan sepertinya memanglah
Jika ditilik seksama
Agak kegila-gilaan
Sesudah mangkat aku
Mustinya mufakat kita
Banyak ihwal tak tepat
Seputar aku telah dicatat
Maka baiklah kini
Kuluruskan itu
Barang sebaris dua
Robert James Fischer
Kutandaskan di sini
Hanyalah sebiji bidak
Retak dan sunyi
Yang setindak-setindak
Menyusur kelam
Jalur takdirnya
Seraya memimpikan
Nun pada akhir baris itu
Sebuah promosi
Barangkali moksa
Yang membebaskannya
Lepas membubung dari
Ini petak sumpek konyol
Samsara
26 July 2010
Melangkah ke Tengah
Tengah
Adalah pusat
Pergolakan
Kekal
Tapi
Ke sanalah
Kami bergerak
Menyusup
Kavaleri kuda
Membayangi
Langkah kami
Sejumlah
Mata-mata
Telah dikirim
Mendahului
Lain-lainnya
Di garis belakang
Rapat mengawal
Benteng
Apakah kami
Akan mati
Rebah
Tersambar
Jejari gelap
Barangkali
Sebaiknya kami
Simpan saja
Pertanyaan itu
Untukmu
Adalah pusat
Pergolakan
Kekal
Tapi
Ke sanalah
Kami bergerak
Menyusup
Kavaleri kuda
Membayangi
Langkah kami
Sejumlah
Mata-mata
Telah dikirim
Mendahului
Lain-lainnya
Di garis belakang
Rapat mengawal
Benteng
Apakah kami
Akan mati
Rebah
Tersambar
Jejari gelap
Barangkali
Sebaiknya kami
Simpan saja
Pertanyaan itu
Untukmu
23 June 2010
Hantu Kata, Kumpulan Sajak Ook Nugroho
Sudah terbit, Hantu Kata, kumpulan sajak Ook Nugroho, memuat sajak-sajak dari periode penulisan 1980-2008.
Yang berminat silakan menghubungi:
PT Kiblat Buku Utama
Bagian Pemasaran
Telp/Fax : 022 7330595
Surat e : penerbitkiblat@yahoo.co.id
04 June 2010
Mikhail Tal: Varian Satu
Sebab tak menemu
Kata yang pas
Mereka sebut saya
Tukang tenung dari Riga
Pada mulanya
Itu bukanlah puji
Melainkan semacam cerca
Sebab mereka percaya
Saya bermain dengan
Ajian mantra purba
Guna mengawal raja
Menyusup tak terduga
Merobohkan begitu saja
Sebelum mereka paham
Kuda-kuda terbunuh
Dekat benteng
Pal Benko misalnya
Jawara bidak
Dari negeri Yugo
Memesan kacamata gelap
Sebab percaya betul ia
Saya telah membuatnya
Pandir karena sihir
Pada laga kami
Dua kali ia terseok
Di Bled dan Zagreb
Maka ia kenakan
Itu kacamata kelam
Pada pertarungan ketiga
Belgrade, Yugaslavia, 1959
Sesudah 20 langkah tapi
Ia copot kacamatanya
Menyalami seraya tertawa
Sebab tak berdaya
Menahan serbuan saya
Tapi ia percaya kini
Mikhail Tal sepenuhnya
Bermain hanya dengan
Akal sehat ditambah
Sedikit muslihat
Kata yang pas
Mereka sebut saya
Tukang tenung dari Riga
Pada mulanya
Itu bukanlah puji
Melainkan semacam cerca
Sebab mereka percaya
Saya bermain dengan
Ajian mantra purba
Guna mengawal raja
Menyusup tak terduga
Merobohkan begitu saja
Sebelum mereka paham
Kuda-kuda terbunuh
Dekat benteng
Pal Benko misalnya
Jawara bidak
Dari negeri Yugo
Memesan kacamata gelap
Sebab percaya betul ia
Saya telah membuatnya
Pandir karena sihir
Pada laga kami
Dua kali ia terseok
Di Bled dan Zagreb
Maka ia kenakan
Itu kacamata kelam
Pada pertarungan ketiga
Belgrade, Yugaslavia, 1959
Sesudah 20 langkah tapi
Ia copot kacamatanya
Menyalami seraya tertawa
Sebab tak berdaya
Menahan serbuan saya
Tapi ia percaya kini
Mikhail Tal sepenuhnya
Bermain hanya dengan
Akal sehat ditambah
Sedikit muslihat
Subscribe to:
Posts (Atom)