https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=34375937#settings

11 July 2008

Surat dari Penerbit

Saudara Ook yang terhotmat,

Singkat dan langsung saja ya bung. Kami sudah menerima kiriman naskah puisi anda, kami juga sudah mempelajarinya, dan kami pun telah mengambil keputusan untuk “tidak menerbitkannya”. Seperti anda pun pasti sudah paham, proyek penerbitan buku puisi adalah proyek “tumbal”, proyek “makan hati”, alias proyek pasti rugi melulu.

Anda juga tahu harga bensin belum lama ini naik, dan itu menyebabkan lonjakan yang tinggi pada biaya produksi buku. Sementara sebelumnya harga kertas juga sudah duluan naik. Cobalah anda hitung berapa tinggi resiko yang harus kami tanggung jika kami menerbitkan naskah puisi anda. Apalagi, maaf sekali, anda hanya penyair gurem yang “tidak menjual”.

Kami lebih mendahulukan penulis-penulis yang “menjual”, yang sudah punya merk. Bahkan bukan penulis pun apabila mereka berpotensi “laku” pasti akan kami pertimbangkan serius. Misalnya, kami akan mempertimbangkan jika ia misalnya mantan aktivis politik yang pernah masuk penjara, atau minimal pernah ikut rame-rame turun ke jalan dan digebuki tentara. Tokoh selebriti yang kontroversial pun akan kami prioritaskan.

Soal mutu karya, bagi kami nomor dua. Kami punya tim hebat yang sanggup menyulap karya yang hanya “sampah” sekalipun menjadi “maha karya” yang berpotensi “best seller”. Akan halnya karya anda, mohon maaf, kami tak melihat peluang sama sekali untuk bisa disulap menjadi “laku”. Jadi ini kami kembalikan naskah anda, cobalah ke yang lain, siapa tahu ada juga penerbit “sinting” yang mau menerimanya.

Salam dan semoga anda tidak jadi putus asa, atau murka, karena surat kami yang terlalu berterus-terang. Ini.memang sudah menjadi kebijakan dan gaya kami selaku penerbit besar dan terkenal yang mengusung motto “mencerdaskan bangsa seraya menggendutkan dompet sendiri”.

3 comments:

Feni Efendi said...

surat kok diposting juga mas?
kan privasi

Ook Nugroho said...

oh oh, ini ada satu lagi yang terkecoh ... begitulah kalau hanya "separuh membaca" ...

Anonymous said...

mas, ook!

suratnya bikin aku ketawa.

suratnya mengalahi kisah dua kepala.

heru j.p.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...