https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=34375937#settings

20 April 2007

Kedai "Celana" Juga Ditutup

NIAT penyair Joko Pinurbo alias Jokpin untuk menanggalkan “celana” yang sudah menjadi “merek” puisinya tidak kepalang tanggung. Bahkan blognya yang diberi nama “Kedai Arsip Celana Senja” pun ikut ditutup, seakan ingin menghapus samasekali semua jejak yang bisa mengingatkan orang pada merek sohornya itu.

Menutup blog tentu saja menjadi hak prerogatif si pemilik blog. Hanya saja apa yang dibuat Jokpin ini membawa saya pada kesimpulan lain, yaitu bahwa ngeblog ternyata “belum perlu” buat Jokpin. Mungkin juga itu bisa diartikan bahwa blog atau ngeblog tidak penting buatnya.

Memang, dengan atau tanpa blog nama besar Jokpin tidak terpengaruh. Ia tetap penyair fenomeal yang sudah membawa sumbangan besar untuk khazanah puisi kita. Sebaliknya, bisa saja kegiatan ngeblog malah membuatnya repot dan jangan-jangan ujungnya mencederai mutu kerja sastranya.

Ada hipotesis lain yang selama ini saya simpan perihal perilaku ngeblog ini, yang gara-gara Jokpin menutup blognya menjadi semakin saya yakini. Yaitu bahwa blog untuk saat ini—dengan sejumlah pengecualian, tentu--hanya menjadi tempat berkubangnya penulis yang “gagal” mendapat tempat di ranah sastra cetak. Lucunya nama-nama yang telanjur dianggap “besar” di khazanah sastra cetak itu malah “meremehkan” eksistensi blog.

Senang atau tidak, seperti itulah faktanya saat ini. Tapi daripada mengeluh bukankah lebih baik saya mendadani saja statemen keren Chairil Anwar “yang bukan penyair tidak ambil bagian” menjadi “yang bukan blogger tidak usah ikutan”. Begini jauh lebih nyaman rasanya.

1 comment:

hendragunawan sardjan thayf said...

masyaaa ? buktinya, bung ook tetap setia ;)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...